Blogger news

HASIL UJI COBA RUBRIK PENILAIAN OTENTIK DENGAN MENGGUNAKAN SKALA GUTMEN, THURSTONE, SUMANTIK DIFFERENCE

11 komentar

HASIL UJI COBA RUBRIK PENILAIAN OTENTIK DENGAN MENGGUNAKAN SKALA GUTMEN, THURSTONE, SUMANTIK DIFFERENCE
1.    Pengertian Skala Pengukuran
Skala merupakan prosedur pemberian angka-angka atau symbol lain kepada sejumlah ciri dari suatu objek. Pengukuran adalah proses, cara perbuatan mengukur yaitu suatu proses sistimatik dalam menilai dan membedakan sesuatu obyek yang diukur atau pemberian angka terhadap objek atau fenomena menurut aturan tertentu. Pengukuran tersebut diatur menurut kaidah-kaidah tertentu. Kaidah-kaidah yang berbeda menghendaki skala serta pengukuran yang berbeda pula. Misalnya, orang dapat digambarkan dari beberapa karakteristik : umur, tingkat pendidikan, jenis kelamin, tingkat pendapatan.
Skala pengukuran merupakan seperangkat aturan yang diperlukan untuk mengkuantitatifkan data dari pengukuran suatu variable. Dalam melakukan analisis statistik, perbedaan jenis data sangat berpengaruh terhadap pemilihan model atau alat uji statistik. Tidak sembarangan jenis data dapat digunakan oleh alat uji tertentu. Ketidaksesuaian antara skala pengukuran dengan operasi matematik /peralatan statistik yang digunakan akan menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat/relevan
Ada 5 Skala Pengukuran Sikap Antara Lain
 A. SKALA LIKERT
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Contoh :. 
1.SangatSetuju
2.Setuju
3.Ragu-ragu
4.TidakSetuju
5.Sangat Tdk Setuju
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian.
Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan, baik bersifat favorable (positif) bersifat bersifat unfavorable (negatif).
Jawaban setiap item instrumen yang mengunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negative. Sistem penilaian dalam skala Likert adalah sebagai berikut:
Sangat setuju/baik (5), setuju/baik (4), ragu-ragu (3), tidak setuju/baik (2), sangat tidak setuju/baik (1), atau
Sangat setuju/ baik (1), setuju/ baik (2), ragu-ragu (3), tidak setuju/ baik (4), sangat tidak setuju/ baik (5).
Contoh :
No.
Pernyataan
Jawaban
SS
S
RR
TS
STS
1
Kita harus menjaga kebersihan
2
Kita harus mematuhi peraturan
3
…………………………………………………
SS   = Sangat Setuju                                         TS   = Tidak Setuju
S     = Setuju                                                     1STS = Sangat Tidak Setuju
RR  = Ragu-Ragu

B. SKALA GUTTMAN
Skala pengukuran dengan tipe ini, akan di dapat jawaban yang tegas, yaitu ya atau tidak, benar atau salah, pernah atau tidak, positf atau negatif, dan lain-lain. Data yang diperoleh dapat berupa data interval atau rasio dikhotomi (dua alternatif). Jadi kalau pada skala Likert terdapat interval 1,2,3,4,5 interval, dari kata “sangat setuju” sampai “sangat tidak setuju”, maka dalam skala Gutmann hanya ada dua interval yaitu “setuju atau tidak setuju”. Penelitian menggunakan skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang di tanyakan.
Contoh :
Apakah anda setuju dengan kenaikan harga BBM ?
a. Setuju                      b. tidak setuju

C. SKALA THURSTONE
Skala Thurstone adalah skala yang disusun dengan memilih butir yang berbentuk skala interval. Setiap butir memiliki kunci skor dan jika diurut, kunci skor menghasilkan nilai yang berjarak sama. Skala Thurstone dibuat dalam bentuk sejumlah (40-50) pernyataan yang relevan dengan variable yang hendak diukur kemudian sejumlah ahli (20-40) orang menilai relevansi pernyataan itu dengan konten atau konstruk yang hendak diukur. Contoh skala penilaian model Thurstone adalah seperti gambar di bawah ini.
Nilai 1 pada skala di atas menyatakan sangat tidak relevan, sedangkan nilai 11 menyatakan sangat relevan.
Contoh : minat siswa terhadap pelajaran kimia
No.
Pernyataan
Jawaban
7
6
5
4
3
2
1
1
Saya senang belajar kimia
2
Pelajaran kimia bermanfaat
3
Saya berusaha hadir tiap pelajaran kimia
4
Saya berusahan memiliki buku pelajaran kimia
Contoh lain : Angket yang disajikan menggunakan skala thurstone
Petunjuk : Pilihlah 5 (lima) buah pernyataan yang paling sesuai dengan sikap anda terhadap pelajaran matematika, dengan cara membubuhkan tanda cek (v) di depan nomor pernyataan di dalam tanda kurung.
(           )  1. Saya senang belajar matematika
(           )  2. Matematika adalah segalanya buat saya
(           )  3. Jika ada pelajaran kosong, saya lebih suka belajar matematika
(           )  4. Belajar matematika menumbuhkan sikap kritis dan kreatif
(           )  5. Saya merasa pasrah terhadap ketidak-berhasilan saya dalam matematika
(           ) 6.  Penguasaan matematika akan sangat membantu dalam mempelajari bidang studi lain
(           )7.   Saya selalu ingin meningkatkan pengetahuan & kemampuan saya dalam matematika
(           )  8. Pelajaran matematika sangat menjemukan
(           )  9. Saya merasa terasing jika ada teman membicarakan matematika

D. SEMANTIK DIFERENSIAL
Skala diferensial yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang sangat negative terletak dibagian kiri garis, atau sebaliknya.
Data yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala semantic differential adalah data interval. Skala bentuk ini biasanya digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang.
Contoh : Penggunaan skala Semantik Diferensial mengenai gaya kepemimpinan kepala sekolah.
Demokrasi
7
6
5
4
3
2
1
Otoriter
Bertanggung Jawab
7
6
5
4
3
2
1
Tidak Bertanggung Jawab
Memberi Kepercayaan
7
6
5
4
3
2
1
Mendominasi
Menghargai Bawahan
7
6
5
4
3
2
1
Tidak Menghargai Bawahan
Keputusan Diambil Bersama
7
6
5
4
3
2
1
Keputusan Diambil Sendiri
Contoh lain : Penilaian pelajaran kimia
Menyenangkan  !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Membosankan
Sulit                   !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Mudah
Bermanfaat        !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Sia-Sia
Menantang         !……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..!……..! Menjemukan

E. PENILAIAN (RATING SCALE)
Data-data skala yang diperoleh melalui tiga macam skala yang dikemukakan di atas adalah data kualitatif yang dikuantitatifkan. Berbeda dengan rating scale, data yang diperoleh adalah data kuantitatif (angka) yang kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Seperti halnya skala lainnya, dalam rating scale responden akan memilih salah satu jawaban kuantitatif yang telah disediakan.
Rating scale lebih fleksibel, tidak saja untuk mengukur sikap tetapi dapat juga digunakan untuk mengukur persepsi responden terhadap fenomena lingkungan, seperti skala untuk mengukur status sosial, ekonomi, pengetahuan, kemampuan, dan lain-lain. Dalam rating scale, yang paling penting adalah kemampuan menterjemahkan alternative jawaban yang dipilih responden.
Contoh :
Kenyamanan ruang tunggu RSU Kartini :
5          4          3          2          1
Kebersihan ruang parkir RSU Kartini :
5          4          3          2          1
Pertanyaan
Skala guttman tipe ini, akan di dapat jawaban yang tegas, yaitu ya atau tidak, benar atau salah, pernah atau tidak, positf atau negatif, dan lain-lain.
Kapan saja skala guttman ini cocok digunakan? Dan berikan contohnya?

11 komentar :

  1. Skala guttman tipe ini, akan di dapat jawaban yang tegas, yaitu ya atau tidak, benar atau salah, pernah atau tidak, positf atau negatif, dan lain-lain. Skala ini digunakan untuk mendapat jawaban pasti,yang tidak ragu-ragu. contohnya adalah saat menilai keterampilan dasar laboratorium siswa. maka digunakanlah skala guttman ini. dimana yang dinilai antara lain
    1. dengan benar menentukan dan menetapkan peralatan standar di laboratorium
    2. bisa menggunakan bahan kimia dengan alat yang sesuai
    3. mengamati dan menggunakan alat dengan benar
    membuang sisa pekerjaan dilaboratorium dengan tepat
    dari contoh ini diketahui penilaian tersebut tidak boleh salah. maka hanya 2 yang dapat di nilai,benar atau salah. tidak ada penilaian ragu-ragu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. skala Guttman dapat digunakan ketika menghendaki jawaban tegas seperti benar atau salah. misalnya ketika dilaboratorium kita menilai menggunakan bahan dan alat, maka harus menggunakan skala ini. karena dilaboratorium tidak ada diantara benar atau salah. salah prosedur maka akan salah pula hasilnya.

      Hapus
  2. Skala Guttman hanya ada dua interval yaitu ‘setuju’ atau ‘tidak setuju’. Skala Guttman dilakukan/gunakan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan.
    contoh : Apakah anda setuju dengan kenaikan harga BBM ?
    a. Setuju b. tidak setuju

    BalasHapus
  3. Skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan. Skala ini mempunyai ciri penting, yaitu merupakan skala kumulatif dan mengukur satu dimensi saja dari satu variabel.
    contoh
    1. Apakah anda menyukai pelajaran kimia?
    a. Ya b. Tidak
    2. Bagaimana pendapat anda, bila pembelajaran kimia menggunakan laboratorium virtual?
    a. Setuju b. Tidak Setuju

    BalasHapus
  4. skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang di tanyakan. Skala Guttman dapat dibuat dalam bentuk pilihan ganda maupun daftar checklist. Untuk jawaban positif seperti benar, ya, tinggi, baik, dan semacamnya diberi skor 1; sedangkan untuk jawaban negative seperti salah, tidak, rendah, buruk, dan semacamnya diberi skor 0.
    contoh
    1. Apakah anda menyukai pelajaran kimia?
    a. Ya b. Tidak
    2. Bagaimana pendapat anda, bila pembelajaran kimia menggunakan laboratorium virtual?
    a. Setuju b. Tidak Setuju

    BalasHapus
  5. Skala Guttman hanya ada dua interval yaitu ya atau ‘tidak’ atau benar, salah. Skala Guttman dilakukan/gunakan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan. contohnya adalah saat menilai keterampilan dasar laboratorium siswa. maka digunakanlah skala guttman ini. dimana yang dinilai antara lain
    1. dengan benar menentukan dan menetapkan peralatan standar di laboratorium
    2. bisa menggunakan bahan kimia dengan alat yang sesuai
    3. mengamati dan menggunakan alat dengan benar
    membuang sisa pekerjaan dilaboratorium dengan tepat
    dari contoh ini diketahui penilaian tersebut tidak boleh salah. maka hanya 2 yang dapat di nilai,benar atau salah. tidak ada penilaian ragu-ragu.

    BalasHapus
  6. Skala Guttmen digunakan bila memerlukan jawaban ya atau tidak. Dalam penggunaan skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang di tanyakan. Skala Guttman dapat dibuat dalam bentuk pilihan ganda maupun daftar checklist. Untuk jawaban positif seperti benar, ya, tinggi, baik, dan semacamnya diberi skor 1; sedangkan untuk jawaban negative seperti salah, tidak, rendah, buruk, dan semacamnya diberi skor 0.
    Contoh: Dalam titrasi asam basa apakah perlu menggunakan Buret?

    BalasHapus
  7. Kita bisa menggunakan skala guttmen jika kita ingin menilai sesuatu yang memiliki sifat tingkat krusial/ekstrim yang tinggi. Maksudnya adalah, kita menggunakan skala guttmen ini untuk menilai sesuatu yang tidak boleh salah dan dituntut untuk selalu benar. Jika melakukan kesalahan akan berdampak ke diri sendiri, orang lain dan lingkungan.
    Contoh: dalam praktikum, maka siswa/mahasiswa/praktikan harus mengetahui DIMANA dan BAGAIMANA CARA mengambil larutan asam kuat pekat dengan benar.

    BalasHapus
  8. Menurut saya Skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan
    contoh
    1. Apakah anda menyukai pelajaran kimia?
    a. Ya b. Tidak

    BalasHapus
  9. skala Guttman dapat digunakan ketika menghendaki jawaban tegas seperti benar atau salah. misalnya ketika dilaboratorium kita menilai menggunakan bahan dan alat, maka harus menggunakan skala ini. karena dilaboratorium tidak ada diantara benar atau salah. salah prosedur maka akan salah pula hasilnya.

    BalasHapus
  10. skala Guttman dapat digunakan ketika menghendaki jawaban tegas seperti benar atau salah. misalnya ketika dilaboratorium kita menilai menggunakan bahan dan alat, maka harus menggunakan skala ini. karena dilaboratorium tidak ada diantara benar atau salah. salah prosedur maka akan salah pula hasilnya.

    BalasHapus